Di suatu riwayat Nabi kita, " dari 10 pintu rizki Allah SWT, 9 pintu ada di pedagang". Kalau kita lihat sekarang pedagang itu tidak hanya orang yang berjualan di pasar saja, pengusaha kalau bahasa kerennya entrepreneur itu juga adalah pedagang. Memang kalau dipikir (hanya ketakutan kita aja sih) berbisnis itu beresiko, sehingga kita akan berusaha mencari cara mendapatkan rizki dengan resiko paling rendah (dalam hal ini adalah menjadi pegawai / karyawan, karena tiap bulan pasti kita dapat gaji).
Sekedar sharing, dan pingin mempraktekkan nasehat para entrepreneur yang sudah sukses "mintalah apa yang kamu mau"; pernah suatu ketika lagi browsing di internet dan lihat link teman lama, ternyata dia sudah memiliki perusahaan yang menurutku cukup menjanjikan, akhirnya terpikir untuk bekerja sama buka cabang di Surabaya. Tanpa perlu waktu lama, segera aku tekan nomor hpnya dan ngobrol tentang bisnisnya. Selanjutnya chatting dan berjanji ketemuan pas mudik di Malang, kemarin malam tanggal 4 Oktober 2008 akhirnya kami bertemu dan diskusi untuk menjalin kerja sama. Sebenarnya dia agak susah untuk melanjutkan berbisnis bareng dengan saya, karena sekarang status saya masih karyawan "TDB" sehingga akan berdiri di dua kaki dan bisnis ini tidak 100% pasti berhasil.
Dengan memberikan keyakinan, dan sedikit persuasif (memaksa maksudnya) bahwa paling gak saya minta dulu, karena kalau tidak maka kita tidak akan tahu apakah ini rizkiku apa tidak. Dan alhamdulillah teman saya akhirnya memberikan sinyal hijau untuk melanjutkan kerja sama, semoga saja ini adalah pintu saya yang kedua, setelah pintu pertama bisnis selimut jepang (amin).
Sekedar sharing, dan pingin mempraktekkan nasehat para entrepreneur yang sudah sukses "mintalah apa yang kamu mau"; pernah suatu ketika lagi browsing di internet dan lihat link teman lama, ternyata dia sudah memiliki perusahaan yang menurutku cukup menjanjikan, akhirnya terpikir untuk bekerja sama buka cabang di Surabaya. Tanpa perlu waktu lama, segera aku tekan nomor hpnya dan ngobrol tentang bisnisnya. Selanjutnya chatting dan berjanji ketemuan pas mudik di Malang, kemarin malam tanggal 4 Oktober 2008 akhirnya kami bertemu dan diskusi untuk menjalin kerja sama. Sebenarnya dia agak susah untuk melanjutkan berbisnis bareng dengan saya, karena sekarang status saya masih karyawan "TDB" sehingga akan berdiri di dua kaki dan bisnis ini tidak 100% pasti berhasil.
Dengan memberikan keyakinan, dan sedikit persuasif (memaksa maksudnya) bahwa paling gak saya minta dulu, karena kalau tidak maka kita tidak akan tahu apakah ini rizkiku apa tidak. Dan alhamdulillah teman saya akhirnya memberikan sinyal hijau untuk melanjutkan kerja sama, semoga saja ini adalah pintu saya yang kedua, setelah pintu pertama bisnis selimut jepang (amin).
Memang rizki Allah itu ada di mana-mana, tapi yang penting adalah kita mau berusaha untuk mendapatkannya. Semoga kita semua dapat semangat dan spirit untuk hidup maju dan membangun negeri Indonesia ini dari keterpurukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar